Ilmu Budaya Dasar
Ilmu Budaya Dasar
Pengertian Ilmu Budaya Dasar
Ilmu Budaya Dasar adalah suatu ilmu yang mempelajari dasar dasar dan pengertian
tentang konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah kebudayaan.
Istilah IBD dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic
Humanities yang berasal dari istilah bahasa Inggris The Humanities.
Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa Latin Humanus yang
bisa diartikan manusiawi, berbudaya dan halus (refined). Dengan mempelajari The
Humanities diandaikan seseorang akan bisa mcnjadi lebih manusiawi, lebih
berbudaya dan lebih halus.
Secara
umum pengertian kebudayaan adalah merupakan jalan atau arah didalam bertindak
dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.
Tujuan Ilmu Budaya
Dasar
Tujuan Ilmu Budaya Dasar adalah untuk Pembentukan dan pengembangan
kepribadian serta perluasan wawasan perhatian, pengetahuan dan pemikiran
mengenai berbagai gejala yang timbul dalam lingkungan, khususnya gejala-gejala
yang berkenaan dengan kebudayaan dan kemanusiaan, agar daya tanggap, persepsi
dan penalaran berkenaan dengan lingkungan budaya dapat diperluas. Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut
IBD diharapkan dapat :
1. Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga
mereka lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru, terutama untuk
kepentingan profesi mereka.
2. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka
tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka
terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3. Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu
berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang
sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi.
Perbedaan antara IBD dan IPS
Ilmu Budaya Dasar atau disingkat IBD adalah ilmu tingkatan lanjut yang mempelajari secara
khusus tentang budaya dan kebudayaan seperti hubungan antara manusia dengan
budaya, dan asal mula terciptanya kebudayaan serta macam macam kebudayaan yang
ada pada manusia, seperti yang tadi dijelaskan, ilmu budaya dasar adalah ilmu
tingkatan lanjut, oleh karena itu IBD diajarkan pada tingkat perguruan tinggi
atau perkuliahan.
Sedangkan, Ilmu Pengetahuan Sosial
atau disingkat IPS adalah sebuah ilmu yang mempelajari tentang kehidupan sosial
dan hubungan manusia dengan lingkungan sosial disekitarnya, mencakup area yang
luas karena tiap divisi memiliki cabang tersendiri, seperti ekonomi memiliki
cabang akuntansi dan sebagainya, ilmu ini dapat kita temukan di tingkatan
sekolah seperti SD SMP SMA.
Meskipun memiliki perbedaan yang cukup spesifik, kedua ilmu tersebut
memiliki persamaan pula yang cukup banyak dimana diantaranya adalah IBD dan IPS mempelajari tentang kehidupan sehari-hari
di lingkungan sosial. IBD dan IPS sama-sama dipelajari untuk membentuk
kepribadian diri. IBD dan IPS bukanlah ilmu pasti seperti IPA. IBD dan IPS
merupakan ilmu pengetahuan yang dipelajari berdasarkan kehidupan nyata di
lingkungan sosial.
Ruang
Lingkup Ilmu Budaya Dasar
Bertitik tolak dalam kerangka tujuan yang telah ditetapkan, dua masalah
pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup
kajian mata kuliah IBD (Ilmu Budaya Dasar), kedua masalah pokok itu adalah :
1.
Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah
kemanusian dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya
(The Humanities), Baik dari segi masing-masing keahlian (Disiplin), didalam
pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (Antar Bidang) berbagai disiplin
dalam pengetahuan budaya.
2.
Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka
ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing zaman dan tempat.
Kedua Pokok masalah yang bisa dikaji
dalam mata kuliah IBD (Ilmu Budaya Dasar), Nampak jelas bahwa manusia menepati
posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak hanya sebagai objek pengkajian,
bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesama, dan bagaimana pula
hubungan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD, pokok-pokok bahasa yang
dikembangkan adalah :
1.
Manusia Dan Harapan
·
Kepercayaan
·
Harapan
2.
Manusia Dan Kegelisahan
·
Keterasingan
·
Kesepian
·
Ketidakpastian
3.
Manusia Dan Tanggung Jawab Serta Pengabdian
·
Kesadaran
·
Pengorbanan
4.
Manusia Dan Pandangan Hidup
·
Cita-Cita
·
Kebijakan
5.
Manusia Dan Cinta Kasih
·
Kasih Sayang
·
Kemesraan
·
Pemujaan
6.
Manusia Dan Keindahan
·
Renungan
·
Kehalusan
7.
Manusia Dan Penderitaan
·
Rasa Sakit
·
Siksaan
·
Kesengsaraan
8.
Manusia Dan Keadilan
·
Kejujuran
·
Pemulihan Nama Baik
·
Pembalasan
Manusia dan Kebudayaan
Pengertian Manusia
Manusia, pengertian
manusia sangatlah luas. Kata manusia berasal dari Bahasa sansekerta yaitu manu,
atau mens/homo dari Bahasa latin yang berarti berpikir, berakal budi.
Berdasarkan segi
pendefinisian manusia dapat diartikan berbeda-beda, tapi yang seperti kita
ketahui manusia adalah makhluk sosial, yaitu saling bergantung dan tidak dapat
dipisahkan antara satu dan yang lainnya. Berdasarkan para tokoh manusia dapat
diartikan sebagai berikut:
v Sokrates, manusia
adalah makhluk hidup berkaki dua, yang tidak berbulu dengan kuku datar dan
lebar.
v Nicolaus D. dan A.
Sudiarja, manusia adalah bhineka tetapi tunggal. Bhineka adalah karena jasmani
dan rohani, sedangkan tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu barang.
v Paula J. C. dan
Janet W. K. , manusia adalah makhluk terbuka, bebas memilih makna dalam suatu
situasi, mengemban tanggung jawab atas keputusan yang hidup secara kontinu,
serta turut menyusun pola berhubungan dan unggul multidimensi dengan berbagai
kemungkinan.
Hakikat Manusia
Hakikat manusia
adalah peran ataupun fungsi yang harus dijalankan oleh setiap manusia, sebagai
berikut.
1.
Makhluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya
untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
2.
Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas
tingkah laku intelektual dan sosial.
3.
Mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan
mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya.
4.
Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak
pernah selesai (tuntas) selama hidupnya.
5.
Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk
mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik
untuk ditempati
6.
Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya merupakan
ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas
7.
Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan
baik dan jahat.
8.
Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan
sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusaannya
tanpa hidup di dalam lingkungan sosial.
Kepribadian Bangsa Timur
Negara Indonesia
termasuk ke dalam bangsa Timur, yang dikenal sebagai bangsa yang berkepribadian
baik. Bangsa Timur (Asia & Timur Tengah)
dikenal dunia sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat. Orang-orang dari
wilayah lain sangat suka dengan kepribadian bangsa Timur, mengapa? Karena
mereka senang dengan kepribadian bangsa Timur yang tidak individualis dan
saling tolong menolong.
Kepribadian bangsa
timur dapat diartikan suatu sikap yang dimiliki oleh suatu negara yang
menentukan penyesuaian dirinya terhadap lingkungan. Kepribadian bangsa timur
pada umumnya merupakan kepribadian yang mempunyai sifat toleransi yang tinggi.
Kepribadian bangsa timur, kita tinggal di Indonesia termasuk ke dalam bangsa
timur, dikenal sebagai bangsa yang berkepribadian baik. Di dunia bangsa timur
dikenal sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat.
Bangsa timur identik
dengan benua asia yang penduduknya sebagian besar berambut hitam, berkulit sawo
matang dan adapula yang berkulit putih, bermata sipit. Sebagian besar cara
berpakaian orang timur lebih sopan dan tertutup mungkin karena orang timur
kebanyakan memeluk agama islam dan menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku.
Namun di zaman yang sekarang ini orang timur kebanyakan meniru kebiasaan orang
barat. Kebiasaan orang barat yang tidak sesuai atau bertentangan dengan
kebiasaan orang timur dapat memengaruhi kejiwaan orang timur itu sendiri.
Pada umumnya
kepribadian bangsa timur adalah sangat terbuka dan toleran terhadap bangsa
lain, tetapi selama masih sesuai dengan norma, etika serta adat istiadat yang
ada. Namun walaupun kita sudah tahu banyak tentang kepribadian bangsa Timur
kita tidak bisa selalu beranggapan bahwa kebudayaan bangsa Timur lebih baik
dari bangsa Barat. Karena semua hal pasti ada sisi positif dan negatifnya.
Tidak ada di dunia ini yang sepenuhnya baik.
Pengertian Kebudayaan
Budaya atau
kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk
jamak dari buddhi (budia atau akal); diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan
dengan budi, dan akal manusia.
Jadi, Kebudayaan
merupakan hasil dari karya cipta, rasa, dan karsa manusia. Lingkupnya mencakup
banyak aspek kehidupan seperti hukum, keyakinan, seni, adat atau kebiasaan,
susila, moral, dan juga keahlian. Kehadirannya mampu mempengaruhi pengetahuan
seseorang, gagasan, dan ide meskipun budaya berwujud abstrak.
Pengertian Kebudayaan Menurut Para
Ahli
Para ahli dan pakar
menjelaskan tentang apa itu kebudayaan secara berbeda-beda. Berikut ini merupakan
definisi kebudayaan menurut para ahli :
1. KOENTJARANINGRAT
Menurut beliau,
kebudayaan merupakan keseluruhan perilaku dari manuasia dan hasil yang
diperoleh melalui proses belajar dan segalanya tersusun dalam kehidupan
masyarakat.
2. KI HAJAR DEWANTARA
Kebudayaan menurut
Ki Hajar Dewantara didefinisikan sebagai buah budi manusia, yang merupakan
hasil dari dua pengaruh besar yaitu alam dan kodrat masyarakat. Ini juga
merupakan sebuah bukti kejayaan kehidupan manusia untuk dapat mengatasi
kesulitan di dalam hidupnya agar keselamatan dan kebahagyaan bisa tercapai. Nantinya,
sifat tertib dan damai juga akan terlahir dari sini.
3. SOELAEMAN SOENARDI
DAN SELO SOEMARDJAN
Menurut dua pakar
tersebut kebudayaan merupakan semua hasil karya, cipta, dan rasa dari
masyarakat. Karya – karya tersebut menghasilakn teknologi serta kebudayaan
berwujud benda dan jasmaniah yang diperlukan oleh umat manusia untuk dapat
menguasai alam supaya hasilnya bisa digunakan untuk diabdikan bagi keperluan
masyarakat.
Unsur – unsur Kebudayaan
Kebudayaan secara
universal atau keseluruhan memiliki unsur – unsur tertentu. Berikut ini adalah
penjelasan mengenai 7 unsur budaya menurut C. Kluckhohn :
1. UNSUR BAHASA
Bahasa merupakan
cara ucap manusia. Pengucapan yang elok dan merupakan salah satu elemen yang
sudah menjadi tradisi. Terus menerus diturun temurunkan sehingga antar manusia
di suatu kelompok atau daerah atau bangsa dapat melakukan komunikasi dengan
cara mereka sendiri. Bahasa juga digunakan untuk mengadaptasi tradisi. Dibagi
menjadi dua, yaitu bahasa ucapan dan bahasa tulisan.
2. SISTEM KEPERCAYAAN
Sistem ini sangat
penting karena merupakan salah satu yang dijadikan pegangan oleh manusia dalam
menjalani kehidupannya. Selain itu, kepercayaan juga akan menghubungkan manusia
dengan penciptanya, membuat hal – hal yang terlihat mustahil bisa diterima akal
sebagai wujud keajaiban dan anugrah dari Tuhan.
3. ILMU PENGETAHUAN
Sistem pengetahuan
dibutuhkan dalam kebudayaan untuk memenuhi rasa ingin tahu manusia terhadap
suatu hal. Ilmu ada bermacam – macam dan memiliki peran tersendiri di setiap
bidangnya. Dengan adanya ilmu pengetahuan kehidupan manusia bisa terbantu dan
lebih maju dari waktu ke waktu. Tanpanya, kehidupan tidak akan berlangsung
sampai seperti hari ini.
4. SISTEM TEKNOLOGI
Hadirnya sistem ini
menjadi sistem peralatan dan perlengkapan manusia dalam menjalani hidupnya.
Koentjaraningrat membagi macam – macam teknologi menjadi alat – alat produksi,
wadah, senjata, makanan, minuman, pakaian, rumah, dan transportasi. Sistem
teknologi yang dilihat hari ini merupakan perkembangan dari teknologi masa lalu
yang sifatnya sederhana.
5. SISTEM
KEMASYARAKATAN / KEKERABATAN
Sistem kekerabatan
sangat kental dalam unsur ini. Sistem kemasyarakatan masih digunakan manusia
hingga sampai sekarang untuk bersosialisasi dan menjalin hubungan. Hingga saat
ini, ada beberapa wilayah dan negara yang memakai sistem kekerabatan seperti
Amerika Latin, Afrika, dan Oseanis.
Menurut L.H Morgan,
ada beberapa macam sistem kekerabatan yaitu garis parental (keturunan ayah dan
ibu), garis alternered yang mengajarkan bahwa perempuan dan laki – laki
berkedudukan sama, dan garis keturunan ibu yang mana kedudukan perempuan lebih
tinggi dari laki – laki.
6. SISTEM EKONOMI /
MATA PENCAHARIAN
Sistem Ekonomi
kebudayaan Indonesia secara garis besar terdiri dari berburu dan meramu,
beternak, bercocok tanam, menangkap ikan, dan sistem irigasi atau pengairan.
Hingga sekarang sistem ini berkembang lagi. Misalnya adalah, dari bercocok
tanam atau bertani, berlanjut kepada sistem perdagangan dan bisnis pengolahan
makanan.
7. KESENIAN
Seni merupakan
suatu ekspresi terhadap keindahan. Koentjaraningrat membagi seni menjadi dua
yaitu seni rupa dan seni suara. Seni masih bisa dibagi menjadi bermacam – macam
tak hanya dua jenis itu saja, masih ada seni musik, seni tari, seni terapan,
seni murni, dan lain – lain. Seni juga merupakan bagian dari kebudayaan, contoh
nyatanya adalah peran seni musik, seni rupa, dan tari dalam upacara adat.
Wujud Kebudayaan
Terdapat 3 Wujud Kebudayaan menurut
dimensi wujudnya. Wujud dari kebudayaan itu sendiri adalah :
v Gagasan (Wujud
ideal)
Wujud ideal
kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan,
nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak.
v Aktivitas
(tindakan)
Aktivitas adalah
wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat
itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial.
v Artefak (karya)
Artefak adalah
wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya
semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat
diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga
wujud kebudayaan.
Orientasi Nilai Budaya
Kluckhohn dalam
Pelly (1994) mengemukakan bahwa
nilai budaya merupakan sebuah
konsep beruanglingkup luas
yang hidup dalam
alam fikiran sebahagian besar
warga suatu masyarakat, mengenai apa yang paling berharga dalam hidup.
Rangkaian konsep itu satu sama lain saling berkaitan dan merupakan sebuah
sistem nilai – nilai budaya.
Secara fungsional
sistem nilai ini
mendorong individu untuk
berperilaku seperti apa yang
ditentukan. Mereka percaya,
bahwa hanya dengan
berperilaku seperti itu mereka akan berhasil (Kahl, dalam Pelly:1994).
Sistem nilai itu menjadi pedoman yang melekat erat secara emosional pada diri
seseorang atau sekumpulan orang,
Ada lima masalah
pokok kehidupan manusia dalam setiap kebudayaan yang dapat ditemukan secara
universal. Menurut Kluckhohn dalam Pelly (1994) kelima masalah pokok tersebut
adalah:
(1) masalah hakekat hidup,
(2) hakekat kerja atau karya manusia,
(3) hakekat kedudukan manusia dalam
ruang dan waktu,
(4) hakekat hubungan manusia dengan
alam sekitar, dan
(5) hakekat dari hubungan manusia
dengan manusia sesamanya.
v Masalah pertama,
yaitu mengenai hakekat hidup
manusia. Dalam banyak kebudayaan yang dipengaruhi oleh agama Budha misalnya,
menganggap hidup itu buruk dan menyedihkan. Oleh karena itu pola kehidupan
masyarakatnya berusaha untuk memadamkan hidup itu guna mendapatkan nirwana,
dan mengenyampingkan segala
tindakan yang dapat menambah rangkaian hidup kembali
(samsara) (Koentjaraningrat, 1986:10). Pandangan seperti
ini sangat mempengaruhi
wawasan dan makna
kehidupan itu secara keseluruhan.
Sebaliknya banyak kebudayaan yang berpendapat bahwa hidup itu baik. Tentu
konsep – konsep kebudayaan yang berbeda ini berpengaruh pula pada sikap dan
wawasan mereka.
v Masalah kedua
mengenai hakekat kerja atau karya dalam kehidupan. Ada kebudayaan yang
memandang bahwa kerja itu sebagai usaha untuk kelangsungan hidup (survive)
semata. Kelompok ini kurang tertarik kepada kerja keras. Akan tetapi ada juga
yang menganggap kerja untuk mendapatkan status, jabatan dan kehormatan. Namun,
ada yang berpendapat bahwa kerja untuk mempertinggi prestasi. Mereka ini
berorientasi kepada prestasi bukan kepada status.
v Masalah ketiga
mengenai orientasi manusia terhadap waktu. Ada budaya yang memandang penting
masa lampau, tetapi ada yang melihat masa kini sebagai focus usaha dalam
perjuangannya. Sebaliknya ada yang jauh melihat kedepan. Pandangan yang berbeda
dalam dimensi waktu ini sangat mempengaruhi perencanaan hidup masyarakatnya.
v Masalah keempat
berkaitan dengan kedudukan fungsional manusia terhadap alam. Ada yang percaya
bahwa alam itu dahsyat dan mengenai kehidupan manusia. Sebaliknya ada yang
menganggap alam sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa untuk dikuasai manusia.
Akan tetapi, ada juga kebudayaan ingin mencari harmoni dan keselarasan dengan
alam. Cara pandang ini akan berpengaruh terhadap pola aktivitas masyarakatnya.
v Masalah kelima
menyangkut hubungan antar manusia. Dalam banyak kebudayaan hubungan ini tampak
dalam bentuk orientasi berfikir, cara bermusyawarah, mengambil keputusan dan
bertindak. Kebudayaan yang menekankan hubungan horizontal (koleteral) antar
individu, cenderung untuk mementingkan hak azasi, kemerdekaan dan kemandirian
seperti terlihat dalam masyarakat – masyarakat eligaterian.
Perubahan Kebudayaan
Pengertian
perubahan kebudayaan adalah suatu keadaan dalam masyarakat yang terjadi karena
ketidak sesuaian diantara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga
tercapai keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan. Masyarakat dan
kebudayaan dimanapun selalu dalam keadaan berubah, sekalipun masyarakat dan
kebudayaan primitif yang terisolasi dari berbagai hubungan dengan masyarakat
lainnya. Gerak kebudayaan adalah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang
menjadi wadah kebudayaan tadi. Gerak manusia terjadi oleh karena ia mengadakan
hubungan-hubungan dengan manusia lainnya. Artinya karena terjadi hubungan antar
kelompok manusia di dalam masyarakat.
Terjadinya
gerak/perubahan disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:
1) Sebab-sebab yang
berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri
2) Sebab-sebab
perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup. Masyarakat yang
hidupnya terbuka, yang berada dalam jalur-jalur hubungan dengan masyarakat dan
kebudayaan lain cenderung untuk berubah lebih cepat.
Pada umumnya
generasi muda dianggap sebagai individu-individu yang cepat menerima
unsur-unsur kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi. Suatu
masyarakat yang terkena proses akulturasi selalu ada kelompok-kelompok individu
yang sukar sekali atau bahkan tak dapat menyesuaikan diri dengan
perubahan-perubahan yang terjadi.
Beberapa faktor
yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan baru
diantaranya
a) Terbatasnya
masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan
orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
b) Jika pandangan
hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh
nilai-nilai agama dan ajaran ini terjalin erat dalam keseluruhan pranata yang
ada, maka penerimaan unsur baru itu mengalami hambatan dan harus disensor dulu
oleh berbagai ukuran yang berlandaskan ajaran agama yang berlaku.
c) Corak struktur
sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru.
d) Suatu unsur
kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang
menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut.
e) Apabila unsur yang
baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas dan dapat dengan mudah
dibuktikan kegunaannya oleh warga masyarakat yang bersangkutan.
Kaitan Manusia dan Kebudayaan
Manusia dan
kebudayaan merupakan dua hal yang sangat erat berkaitan satu sama lain. Manusia
di alam dunia ini memegang peranan yang unik, dan dapat dipandang dari berbagai
segi. Dalam ilmu sosial manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh
keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan sering disebut homo
economicus (ilmu ekonomi). Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat
berdiri sendiri (sosialofi), Makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan
(politik), makhluk yan g berbudaya dan lain sebagainya.
Dalam sosiologi
manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun
keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan
kebudayaan, dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup
manusia agar sesuai dcngannya. Tampak bahwa keduanya akhimya merupakan satu
kesatuan. Contoh sederhana yang dapat kita
lihat adalah hubungan antara manusia dengan peraturan – peraturan
kemasyarakatan. Pada saat awalnya peraturan itu dibuat oleh manusia, setelah
peraturan itu jadi maka manusia yang membuatnya harus patuh kepada peraturan
yang dibuatnya sendiri itu. Dan juga misalnya saya orang betawi walaupun saya
lahir di Bali tetapi tetap saja saya orang betawai ngikutin abah dan emak saya.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa manusia tidak dapat dilepaskan dari
kebudayaan, karena kebudayaan itu merupakan perwujudan dari manusia itu
sendiri.
Dialektika disini
berasal dari dialog komunikasi sehari-hari. Ada pendapat dilontarkan ke hadapan
publik. Kemudian muncul tentangan terhadap pendapat tersebut. Kedua posisi yang
saling bertentangan ini didamaikan dengan sebuah pendapat yang lebih lengkap.
Dari fenomen dialog ini dapat dilihat tiga tahap yakni tesis, antitesis dan
sintesis. Tesis disini dimaksudkan sebagai pendapat awal tersebut. Antitesis
yakni lawan atau oposisinya. Sedangkan Sintesis merupakan pendamaian dari
keduanya baik tesis dan antitesis. Dalam sintesis ini terjadi peniadaan dan
pembatalan baik itu tesis dan antitesis. Keduanya menjadi tidak berlaku lagi.
Dapat dikatakan pula, kedua hal tersebut disimpan dan diangkat ke taraf yang
lebih tinggi. Tentunya kebenaran baik dalam tesis dan antitesis masih
dipertahankan. Dalam kacamata Hegel, proses ini disebut sebagai aufgehoben.
Dialektika sendiri
sudah dikenal dalam pemikiran Fichte. Bagi Fichte, seluruh isi dunia adalah
sama dengan isi kesadaran Dalam sistem filsafatnya, Hegel menyempurnakan
Fichte. Hegel memperdalam pengertian sintesis. Di dalam sintesis baik tesis maupun antitesis bukan dibatasi
(seperti pandangan Fichte), melainkan aufgehoben. Kata Jerman ini mengandung
tiga arti, yaitu: a) mengesampingkan, b) merawat, menyimpan, jadi tidak
ditiadakan, melainkan dirawat dalam suatu kesatuan yang lebih tinggi dan
dipelihara, c) ditempatkan pada dataran yang lebih tinggi, dimana keduanya
(tesis dan antitesis) tidak lagi berfungsi sebagai lawan yang saling
mengucilkan.
3 Tahap Proses Dialektis
Proses dialektis ini tercipta melalui
tiga tahap yaitu :
1. Ekstemalisasi,
yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.
Melalui ekstemalisasi ini masyarakat menjadi kenyataan buatan manusia
2. Obyektivasi, yaitu
proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang
terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia. Dengan demikian masyarakat
dengan segala pranata sosialnya akan mempengaruhi bahkan membentuk perilaku
manusia.
3. Intemalisasi, yaitu
proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia
mempelajari kembali masyarakamya sendiri agar dia dapat hidup dengan .baik,
sehingga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk oleh masyarakat.
Daftar Pustaka
http://www.elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar/bab2-manusia_dan_kebudayaan.pdf
Komentar
Posting Komentar