Review Samsung Galaxy A50

      

        Samsung melakukan perubahan strategi mobile mereka khususnya untuk seri smartphone kelas menengah dengan menyasar pada generasi pengguna smartphone pada usia yang lebih muda. Generasi Z yang cepat menerima inovasi baru atau yang juga disebut generasi digital native telah bergeser dari ‘era selfie’ ke ‘era of live’. Menonton live streaming, membuat konten live di sosial media jadi kebutuhan baru.
        Menjawab kebutuhan konsumen di era baru tersebut, Samsung melakukan pembaruan dari Galaxy J menjadi bagian dari rangkaian Galaxy A. Tidak tanggung-tanggung lima seri rangkaian Galaxy A terbaru diluncurkan yaitu A70|50|30|20|10 dengan teknologi yang telah ditingkatkan.
Salah satu seri Galaxy A yang menjadi andalan di pasar smartphone kelas menengah adalah Samsung Galaxy A50 yang mengandalkan tiga kamera belakang, kinerja dan bateri awet hingga teknologi layar canggih termasuk in-display fingerprint.
        Namun ditengah persaingan ketat Galaxy A50 ini harus bekerja ekstra keras untuk bertarung di pasar smartphone kelas menengah, seperti apa kehebatannya? Sekarang mari lihat perfoma dan fitur andalan melalui review Galaxy A50 berikut ini.



Desain

Dimensi    : 158.5 x 74.7 x 7.7 mm
Berat         : 166 gram
Material    : Front glass, plastic body
Tampilan Warna Gradasi
USB Type-C
In-display fingerprint reader
        Dengan berbekal desain serupa dengan Galaxy M30, Samsung tetap sukses membuat saya kepincut berkat gradien warna yang ditampilkan di dalam Galaxy A50 ini begitu menonjol dan menurut saya cukup cantik. Selain itu di tengah-tengah era penghapusan headphone jack, Samsung Galaxy A50 bertaruh besar (yang menurut saya cukup berhasil) untuk tetap memasang headphone jack di ponsel mereka. Jujur saja hal ini merupakan salah satu fakta yang cukup menarik.
        Dengan pundi-pundi kurang dari 5 juta rupiah saja, kamu juga sudah mendapatkan in display fingerprint scanner yang bahkan 3 tahun yang lalu saja masih berupa mimpi. Tapi kini teknologi secanggih itu bisa kamu nikmati pada Galaxy A50. Karena teknologi itulah barangkali ada sebagaian diantara pembaca saya yang sadar bahwa tidak ada lagi pembaca sidik jari yang bisanya ditempatkan di bagian belakang ponsel. Menjadi menarik tentunya, walaupun in screen reader ini proses pembacaannya tidak sebagaik pembaca pada umumnya.
        Menariknya banyak yang beranggapan Samsung Galaxy A50 secara penampilan sebenarnya  tampak mirip dengan flagship dari Samsung. Namun bila dipegang terasa seperti ponsel kelas menengah yang terbuat dari plastik.


Layar

Layar         : Super AMOLED
Ukuran      : 6.4 inches, 85% screen-to-body ratio
Resolusi    : Fll DH+ 1080 x 2340 pixels, 19.5:9 ratio (403 ppi)
Corning Gorilla Glass 3
Infinity-U notch
Always-on display
        Salah satu hal yang patut dibanggakan oleh Samsung adalah layar 6.4” yang dimiliki oleh Samsung A50 ini merupakan salah satu yang terbaik di ponsel kelas 5 jutaan. Berbekal layar Super AMOLED full HD, tentu saja ia akan memanjakan mata para penggunanya. Selain itu Galaxy A50 juga sukses mengimpresi saya dengan membuat layar yang cukup terang sehingga mampu mengkompensasi teriknya cahaya matahari langsung bila ponsel ini digunakan di siang bolong.
        Meski gambar yang ditampilkan oleh Samsung Galaxy A50 tidak setajam ponsel-ponsel lain dari pabrikan pesaingnya, menurut saya tingkat kecerahan serta opsi untuk memilih warna yang ada dalam ponsel ini membuat Galaxy A50 sekilas memiliki layar flagship, dengan harga bahkan kurang dari 1/3 nya!

Performa

Chipset    : Exynos 9610 (10nm)
CPU        : Octa-core (4x2.3 GHz Cortex-A73 & 4x1.7 GHz Cortex-A53)
GPU        : Mali-G72 MP3
RAM       : 4/6 GB
Storage    : 64/128GB
MicroSD : up to 1 TB (dedicated slot)

        Prosesor Exynos 9610 belum pernah digunakan sebelumnya pada seri Galaxy dan ini menjadi keunggulan Galaxy A50. Menggunakan arsitektur octa-core big.LITTLE 4 inti Cortex A73 2.3GHz dengan pabrikasi 10nm sangat powerfull untuk kinerja dan efisien konsumsi baterai. Tidak ada kendala berarti selama penggunaan sehari-hari, bahkan bisa dibilang performanya diatas rata-rata smartphone kelas menegah lainnya. Navigasi interface lancar dengan respon baik jalankan berbagi aplikasi.
        Sepertinya kolaborasi dengan RAM 4/6GB dan GPU Mali G72 MP3 sangat cocok. Uji coba paling afdol yaitu saat main game berat yang paling populer seperti PUBG. Galaxy A50 mampu mempertahankan frame rate yang stabil dan lancar saat memainkan PUBG bahkan dengan settingan Ultra Mode. Tidak ada lag atau melambat dan kondisi smartphone juga tetap hangat saat memainkan game cukup lama. Galaxy A50 ini salah satu smartphone kelas menengah pilihan untuk nyaman main PUBG.



Software & Fitur

Android 9 Pie, Samsung One UI, Samsung Pay, Bixby Vision, AR Emoji

        Tidak seperti seri Galaxy M, Galaxy A50 sudah mengoperasikan OS Android 9 Pie seperti layaknya seri kelas premium. Bukan hanya itu saja tampilan antar muka juga menggunakan Samsung One UI seperti yang dimiliki oleh Galaxy S10. Fungsi dan fiturnya mudah digunakan dengan beragam pengaturan untuk mengubah tampilan konten sesuai keinginan. Mulai dari pengaturan konten fitur always on display, menonaktifkan animasi hingga memilih mode navigasi dengan tombol atau gesture.
        Kolaborasi Android 9 Pie dan Samsung One UI hadirkan beragam fitur menarik sebut saja dukungan fitur Digital Wellbeing milik Google yang akan memberitahu berapa banyak penggunaan smartphone kita setiap hari, hingga pengaturan alarm dan timer untuk mengingatkan kita jika berlebihan menggunakannya.
        Salah satu fitur menarik Galaxy A50 adalah kemampuan untuk membuat karakter AR Emoji diri sendiri. AR Emoji memungkinkan kita untuk membuat pemindaian 3D wajah, dan menyesuaikan rambut, warna kulit, pakaian, dan aksesoris yang semirip mungkin dengan penampilan kita.
        Fitur lain dari Galaxy A50 adalah Night mode, Always On Display, Secure Folder, Dual Messenger, One-handed mode, Game Launcher, Blue light filter, navigasi dengan gesture. Pengaturan gesture atau gerakan juga bisa dilakukan seperti angkat ponsel untuk mengaktifkan hingga double tap. Dan fitur yang ditunggu-tunggu yaitu penggunaan tombol power untuk mengaktifkan fitur Bixby karena tidak disediakan tombol khusus Bixby. Galaxy A50 juga sudah mendukung fitur Bixby Voice.
        Fitur terbaru dukungan belanja online dengan Bixby Vision, cukup arahkan kamera kepada objek barang langsung direkomendasikan toko online untuk membeli barang tersebut. Galaxy A50 juga hadirkan fitur Samsung Pay untuk melakukan transaksi non tunai, di Indonesia Samsung Pay bekerjasama dengan layanan Dompet Digital DANA.



Kamera

Kamera Utama    : 25 MP, f/1.7, 26mm (wide), PDAF
Kamera Wide      : 8 MP, f/2.2, 13mm (ultrawide)
Kamera bokeh     : 5 MP, f/2.2, depth sensor
Kamera Selfie     : 25 MP, f/2.0, 25mm (wide)
Video                   : 1080p@30fps
LED flash, panorama, HDR
       Salah satu hal yang paling menarik yang dimiliki oleh Samsung Galaxy A50 ini adalah kameranya yang menurut saya cukup spektakuler, karena Samsung menanamkan kamera wide dengan kombinasi antara kamera utama 25 MP, 8 MP, serta 5 MP depth sensor. Selain itu Samsung juga menawarkan penggunanya kamera depan yang menurut saya memiliki kualitas yang ciamik. Berbekal kamera dengan sensor 25 MP Samsung sukses memberikan konsumennya kamera depan berkualitas namun dengan harga ponsel keseluruhan tetap rendah.
        Penggunaan kamera cukup memuaskan apabila kamu mendapatkan cukup cahaya. Bahkan menurut saya hasil yang ditampilkan oleh kamera depan dan kamera utama dari Samsung ini layak ditampilkan di media-media online. Sayangnya kekurangan dari kamera utama Samsung Galaxy A50 adalah kamera utamanya yang menurut saya cenderung overexposed. Lucunya warna akan didapatkan secara lebih pas apabila menggunakan kamera wide-angle.
        Kekurangan lain dari kamera yang dimiliki oleh Galaxy A50 ini adalah kemampuannya dalam menangkap gambar-gambar low light yang tidak terlalu baik. Menurut saya bukan persoalan piranti keras, melainkan piranti lunak yang digunakan oleh Samsung barangkali membuat tampilan dari foto low light menjadi kurang oke.
        Selain itu bila dibandingkan dengan pesaingnya yang seharga, misalnya Google Pixel 3a, menurut saya gambaran yang diberikan oleh kamera A50 tampak lebih blur dibandingkan Pixel yang jauh lebih vivid dan lebih tajam meski sensornya lebih kecil dari Galaxy A50.

Kesimpulan

        Sebagai perangkat mid-range Samsung Galaxy pada tahun 2019, Samsung Galaxy A50 mencatatkan diri sebagai seri paling solid mulai dari rasio performa perangkat hingga rasio harga. Dengan harga Rp3.799.000, Anda sudah bisa memiliki smartphone dengan layar dan kamera papan atas - yang hanya dapat Anda temukan di perangkat flagship.
        Dengan kehadiran Samsung Galaxy A70 dan Samsung Galaxy A80 yang membuat orang menolehkan kepala, tidak salah jika Samsung Galaxy A series akhirnya mendapatkan perhatian yang layak dalam waktu yang lama. 
Meski demikian pada akhirnya, saya kembalikan kepada anda, apakah ponsel ini tetap layak untuk dibeli atau tidak?



Sumber : 
https://bills.alterra.id/review-samsung-a50-agar-kamu-tidak-salah-beli/
https://arenalte.com/review/smartphone/review-samsung-a50/
https://www.gsmarena.com/samsung_galaxy_a50-review-1921.php
https://id.priceprice.com/Samsung-Galaxy-A50-28367/news/Review-Samsung-Galaxy-A50-Smartphone-Samsung-Galaxy-Mid-Range-Paling-Atraktif-di-2019-7960/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Drama Korea "Start-Up"

CamScanner : Aplikasi yang dapat membuat ponsel kita menjadi Scanner

Review Laptop Acer Nitro 5 AN515-52